Panduan
Cara menentukan jam posting media sosial terbaik untuk akunmu
Oleh Pure · Diperbarui 3 November 2026
Jam posting terbaik tidak sama untuk semua akun, jadi cara paling jujur adalah mengujinya dengan data milikmu sendiri. Pilih 3 slot jam, posting di tiap slot secara bergantian selama 2 sampai 4 minggu, lalu bandingkan engagement rate dan jangkauan per post. Slot dengan median tertinggi jadi jam awal untuk minggu-minggu berikutnya.
Kenapa tidak ada satu jam posting terbaik untuk semua orang?
Audiens tiap akun punya kebiasaan sendiri: pekerja kantoran, mahasiswa, dan pemilik usaha membuka aplikasi di jam berbeda. Daftar jam dari artikel umum merata-ratakan semua kebiasaan itu dan tidak mewakili audiensmu.
Karena itu panduan ini tidak menyebut jam tertentu. Yang diberikan adalah cara mengujinya sampai kamu punya jawaban dari akunmu sendiri.
Data apa yang perlu dicatat?
Pakai metrik yang sama untuk semua post supaya adil. Dua metrik cukup untuk mulai: jangkauan dan engagement rate.
- Jam dan hari tayang.
- Format post (foto, carousel, video, teks) supaya perbandingan tidak bias.
- Jangkauan: berapa akun unik yang melihat post. Bedanya dengan impresi ada di jangkauan vs impresi.
- Engagement rate: respons dibagi basis hitungnya. Rumusnya ada di rumus engagement rate.
Metrik ini tersedia di metrik engagement Pure, jadi kamu tidak perlu menyalinnya manual dari tiap aplikasi.
Bagaimana metode uji 2 sampai 4 minggu?
- 1Pilih 3 slot jam, misalnya pagi, siang, dan malam. Jam persisnya terserah kamu; pilih yang masuk akal untuk kebiasaan audiensmu.
- 2Tentukan jumlah post per slot, minimal 3 sampai 4 selama periode uji, supaya satu post viral atau sepi tidak mengacaukan hasil.
- 3Putar slot secara bergantian pada hari dan format yang seimbang. Jangan menaruh semua post video di satu slot.
- 4Jangan ubah hal lain: gaya caption, frekuensi, dan penggunaan iklan berbayar sebaiknya tetap.
- 5Catat metrik tiap post 48 jam setelah tayang, bukan saat baru terbit, supaya semua post dibaca di titik waktu yang sama.
- 6Setelah 2 sampai 4 minggu, hitung median per slot dan bandingkan.
Median lebih aman daripada rata-rata karena satu post yang meledak tidak menarik angkanya naik terlalu jauh. Kalau akunmu jarang posting, perpanjang ujinya sampai tiap slot punya jumlah post yang cukup.
Seperti apa contoh tabel catatannya?
Format ini bisa dibuat di spreadsheet. Kolom kanan diisi dari metrikmu sendiri.
| Slot | Jumlah post | Median jangkauan | Median engagement rate |
|---|---|---|---|
| Slot A (pagi) | 4 | isi dari metrik | isi dari metrik |
| Slot B (siang) | 4 | isi dari metrik | isi dari metrik |
| Slot C (malam) | 4 | isi dari metrik | isi dari metrik |
Kalau selisih antar slot kecil, anggap hasilnya seri dan pilih slot yang paling mudah kamu jalankan.
Apa yang dilakukan setelah ujinya selesai?
Pakai slot dengan median tertinggi sebagai jam standar, lalu uji slot kedua yang berbeda tiap bulan. Audiens berubah, jadi jam yang menang hari ini perlu dicek ulang.
Kalau datanya cukup, pisahkan hari kerja dan akhir pekan, karena kebiasaan membuka aplikasi sering berbeda di kedua kelompok itu. Pisahkan juga per platform: hasil uji di Instagram tidak otomatis berlaku untuk LinkedIn.
Pasang jam itu di kalender mingguanmu. Cara menyusunnya ada di panduan content calendar media sosial, dan konteks alurnya ada di jadwal posting media sosial.